Bukan Cuma Lokal, Wisuda Uniku Dimeriahkan Pedagang Buket Lintas Jawa Barat
0-4064x3048-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:276637701583000;appts:1786484874117;qlty:1;;illum:9 scene:50 humanIn:0;
KUNINGANEWS — Suasana wisuda di berbagai perguruan tinggi kerap menjadi ajang mengais rezeki bagi para pedagang buket bunga.
Uniknya, para pedagang yang memadati area luar kampus tidak hanya berasal dari lokal, melainkan juga berdatangan dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti Bandung, Tasikmalaya, Karawang, hingga Cirebon.
Para pedagang, seperti Pak Tantan dari Lembang (Bandung) dan Iqbal dari Tasikmalaya, rela menjangkau berbagai kota demi memanfaatkan momen kelulusan mahasiswa seperti halnya wisuda di Universitas Kuningan, Rabu (12/08/26).
Pak Tantan mengungkapkan bahwa keahlian merangkai bunga ini tak lepas dari daerah asalnya di Lembang yang dikenal sebagai pusat petani bunga dan sayur.”Mayoritas di Lembang kan petani bunga, sayur, dan sapi. Jadi saya mengembangkan bakat merangkai bunga mawar asli ini,” ujar Pak Tantan.
Solidaritas Komunitas dan Informasi DigitalKehadiran para pedagang luar kota di setiap acara wisuda tidak terjadi secara kebetulan. Mereka memanfaatkan jejaring sosial media, situs resmi perguruan tinggi, hingga grup WhatsApp antar sesama pedagang untuk saling berbagi informasi mengenai jadwal wisuda di berbagai kampus.
Jejaring ini membentuk komunitas informal yang solid. Mereka saling berbagi wilayah penjualan tanpa adanya pembatasan daerah asal. Selama lokasi berjualan berada di luar area kampus, kesempatan terbuka bagi siapa saja yang ingin mengadu nasib.
Variasi Produk dan Harga TerjangkauProduk yang ditawarkan para pedagang sangat beragam untuk menyesuaikan kebutuhan dan anggaran para wisudawan serta keluarganya:Bunga Mawar Segar & Buket Mawar: Rp10.000 (per tangkai) hingga Rp100.000+ (tergantung ukuran buket).Buket Boneka & Mawar Flanel/Kertas: Rp30.000 hingga Rp50.000.Buket Uang & Custom Harga menyesuaikan permintaan konsumen.
Keberadaan para pedagang buket dari berbagai daerah ini tidak hanya menyemarakkan prosesi wisuda, tetapi juga menjadi bukti geliat ekonomi kreatif skala UMKM yang terus berputar memanfaatkan momentum momen bahagia para wisudawan. (Red)
