Festival Linggarjati 2026 Resmi Ditutup, Dorong Generasi Muda Cintai Sejarah dan Budaya
KUNINGANEWS – Rangkaian Festival Linggarjati 2026 “The Soul of Linggarjati” resmi berakhir di Taman Museum Gedung Naskah Perundingan Linggarjati, Kamis (20/8/2026). Acara ditutup dengan komitmen memperkuat edukasi sejarah anak muda serta revitalisasi museum daerah.
Acara penutupan dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani yang membacakan sambutan Bupati Dian Rachmat Yanuar bersama Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jabar Retno Raswaty, jajaran pejabat Pemkab Kuningan, dan Forkopimcam Cilimus.
Dalam sambutannya, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat Retno Raswaty menegaskan bahwa Festival Linggarjati tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, festival harus menjadi sarana untuk mendekatkan generasi muda dengan sejarah dan jati diri bangsa.
“Melalui festival ini, melalui seni, puisi, acara mewarnai, anak-anak akan paham kenapa Linggarjati yang dipilih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Linggarjati memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah Indonesia, khususnya terkait Perundingan Linggarjati yang berlangsung pada 11–13 November 1946. Karena itu, berbagai kegiatan seni dan budaya dalam festival diharapkan mampu menghadirkan pengalaman sejarah yang lebih dekat dan mudah dipahami oleh generasi muda.
Retno juga menyampaikan dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap pemajuan kebudayaan di Kabupaten Kuningan melalui fasilitasi Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjadikan kementerian dan unit pelaksana teknisnya sebagai fasilitator serta pendamping bagi daerah dalam mengembangkan kebudayaan.
Selain itu, ia menyampaikan kabar baik terkait Museum Situs Taman Purbakala Cipari yang telah memperoleh nomor register museum. Dengan demikian, keberadaan Museum Cipari semakin diperkuat sebagai ruang edukasi dan pengalaman sejarah bagi masyarakat.
“Jadinya museum tidak cuma sekadar memajang cerita, memajang koleksi, tapi menjadi bagian pengalaman untuk menjadikan Indonesia dan generasi mudanya sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat,” katanya.
Retno juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini akan dilakukan revitalisasi bangunan Museum Linggarjati oleh Kementerian Kebudayaan melalui Dana Abadi Kebudayaan. Ia berharap dukungan pemerintah daerah terus diperkuat agar museum dapat berkembang sebagai pusat edukasi, ruang aktivitas kebudayaan, serta tempat masyarakat berdiskusi dan berekspresi.
Sementara itu, Bupati Kuningan melalui Wabup Tuti Andriani menyatakan bahwa festival ini menjadi sarana mengenalkan sejarah sejak dini, menggerakkan ekonomi warga, dan memupuk rasa bangga daerah. Keberhasilan acara diukur dari manfaat, partisipasi warga, serta dampak ekonominya.
Festival yang diisi lomba tingkat TK hingga SMP se-Kabupaten Kuningan ini ditutup dengan harapan agar Linggarjati terus hidup sebagai pusat edukasi, kebudayaan, dan ruang kreatif masyarakat.(red)
