Bukan Cuma Berburu Ijazah, Bupati Kuningan Minta Mahasiswa UT Berani Ciptakan Lapangan Kerja

0
WhatsApp-Image-2026-08-16-at-12.21.35-PM-4

KUNINGANEWS – Pendidikan tinggi sejatinya bukan sekadar perburuan lembar ijazah atau tangga menuju pekerjaan formal. Lebih dari itu, pendidikan adalah fondasi untuk mengasah kompetensi, membakar jiwa wirausaha, serta mencetak sosok yang memberi dampak luas bagi masyarakat.

‎‎Pesan tersebut ditegaskan oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat menjadi pembicara dalam kegiatan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) Universitas Terbuka (UT) Bandung wilayah Kabupaten Kuningan, yang digelar di Aula SMKN 3 Kuningan, Minggu (16/8/2026).

Bupati sendiri menekankan bahwa indikator keberhasilan seseorang tidak ditakar dari seberapa tinggi gelar akademiknya, melainkan seberapa besar manfaat ilmu tersebut bagi sesama.

Melalui kisah inspiratif pengusaha muda lokal hingga keputusan anaknya yang memilih menjadi wirausahawan dibanding ASN, Bupati mengajak mahasiswa untuk berani keluar dari pola pikir konvensional.

‎‎”Dia bilang, ‘Saya tidak mau bekerja di orang, saya ingin mempekerjakan orang.’ Nah, ini yang saya maksud. Jiwa entrepreneur, pendidikan itu mudah-mudahan bisa membuka kotak pandora mindset kita untuk berwirausaha,” tegas Bupati.‎‎

Dalam paparannya, Bupati menyoroti realita Indeks Pembangunan Manusia di Kuningan, di mana Rata-rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat saat ini berada di angka 7,9 tahun (setara kelas 2 SMP).

Kondisi ini menjadi tantangan bersama untuk terus memacu kualitas SDM lokal agar mampu bersaing secara global.‎‎

Dengan populasi sekitar 1,2 juta jiwa serta potensi ekonomi yang melimpah seperti sektor pertanian, ubi jalar, kopi, kenikir, hingga pariwisata masyarakat Kuningan diharapkan tidak hanya menjadi penonton atau tenaga kerja tingkat dasar di tanah sendiri, melainkan pemegang peran strategis dalam mengelola investasi dan peluang usaha.‎‎

Menghadapi arus digitalisasi juga serta hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) lanjut Dian, mahasiswa diingatkan untuk terus adaptif.‎‎

Perkembangan teknologi telah merombak pola belajar dan dunia kerja, membuka peluang bisnis global yang tidak terbatas pada profesi tradisional.

Oleh karena itu, keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual menjadi kunci utama.

‎‎Dian juga memberi pesan tuntaskan apa yang dimulai pantang menyerah menghadapi kendala dan hambatan studi.‎‎” Terus Belajar Tanpa Henti Ijazah hanyalah titik awal dari proses pengembangan diri yang berkelanjutan”.‎‎

Jadilah manusia yang bermanfaat memegang prinsip khairunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain).‎‎

“Ulah sieun kanu ngimpi, jangan pernah takut untuk bermimpi, jangan pernah takut untuk berproses, jangan pernah takut untuk menghadapi kegagalan, dan jangan pernah berhenti untuk melangkah,” pungkasnya, mengakhiri dorongan agar para lulusan UT nantinya berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Kuningan.‎‎

Acara tersebut juga turut dihadiri jajaran pimpinan UT Bandung dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. H. Elon Carlan, S.Pd., M.Pd.‎(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *